Kekuatan Cinta
By; fhpororo_
Aku adalah seorang siswa yang tergolong anak
pendiam. Namaku Anjanie. Aku tipe anak yang cuek terhadap temen cowok di sekolahku,
tapi tidak dengan Ariel, dia adalah salah satu teman cowok yang dekat denganku.
Entah mengapa aku nyaman bersamanya, saat aku ada masalah aku selalu curhat
kepada dia dan dia juga selalu setia mendengar setiap cerahan hati ku. Awalnya
aku tidak punya perasaan yang special melebihi perasaan terhadap sahabat, namun
setelah aku masuk SMA ku rasakan ada perasaan yang lebih terhadapnya, rasa
resah saat sehari saja tak mendengar kabarnya. Untungnya aku dan dia diterima
di satu sekolah yang sama, jadi masih ada waktu buat aku dan dia selalu bertemu
setiap harinya.
Pagi itu seperti biasa Aku dan Ariel berjanjian untuk berangkat bareng.
“ayoo dong Nie, kamu lama bener
deh” kata Ariel menyambut langkahku menghampirinya.
“iya Riel, sabar dong..”
“iya deh, ayoo berangkat”
Perjalan menuju ke sekolah aku dan Ariel bersenda gurau menceritakan
apa aja sampek kita kehabisan bahan untuk dibicarakan.
Hari itu disekolah ada pensi menyambut siswa-siswi baru, aku dan Ariel
duduk di bawah pohon beringin di taman depan kelasku. Seperti biasa kita
bercanda sembari mendengar musik yang di tampilkan oleh teman-teman, saat itu
ku dengar lantunan musik miliknya Gaby ‘tinggal kenangan’ detik itu juga kami
berhenti tertawa, hatiku bergetar memaknai dari setiap lirik lagu itu.
Tak terasa mata ku sudah memancarkan kristal-kristalnya yang bisa kapan saja
menetes mebasahi pipiku jika tak ku bendung. Lalu ku rasakan ada mata yang
memandangiku sedari tadi, tak salah lagi, Ariel orang yang memandangiku.
Ternyata apa yang dia fikirkan sama dengan yang ku fikirkan, dia juga
menghayati makna dari setiap lirik lagu itu, sungguh menyentuh hati ini. Aku
takut kalau saja aku akan kehilangan dia sebelum dia tau perasaanku yang
sebenarnya, detik itu juga terasa ada yang menyentuh tangan ku dan mencoba
untuk menggenggamnya. Ariel.. ohh Tuhan, dia sekarang menggenggam tanganku
dengan penuh perasaan dan mata kami tetap tak perpaling satu sama lain.
“ Anjanie.. ada sesuatu yang memang sudah saatnya aku utarakan ke kamu.
Sudah lama aku ingin sekali mengatakan bahwa aku menyayangimu lebih dari
sahabat” ucap Ariel, itu membuat jantungku serasa berhenti berdetak. Aku tak
mampu berucap apa-apa, aku tak menyangka Ariel mempunyai perasaan itu.
“Anjanie.. maafkan aku karena aku mempunyai perasaan ini terhadapmu”
“bicaralah Anjanie, jangan kamu terdiam” katanya sontak membuatku tersadar untuk
segera menanggapinya.
“Ariel.. sesungguhnya apa yang kamu rasa tak ubah halnya dengan yang ku
rasa, aku mempunyai perasaan yang sama denganmu. Aku merasakannya setelah kita
masuk SMA dan aku memendamnya karena aku tak ingin menodai persahabatan kita”
“aku mengerti Nie, ku harap kita bisa tetap bersama selamanya”
“aku mengerti Nie, ku harap kita bisa tetap bersama selamanya”
Setelah kegiatan pensi di sekolah itu kini aku dan
Ariel lebih dekat, bahkan sangat dekat. Ariel selalu menemaniku kemana saja aku
ingin pergi. Aku tidak tau hubungan apa yang terjalin di antara kita, hanya
saja aku lebih merasa nyaman karena sekarang di antara kita sudah saling
mengetahui perasaan masing-masing. Ariel tidak pernah memintaku untuk menjadi
kekasihnya dan aku pun juga tidak pernah mengungkit-ungkit hal itu ketika kita
jalan bersama atau pun sedang mengobrol lewat televon.
Kini kami sudah lulus SMA, dan hubungan kami semakin
jauh. Orang tua dari masing-masing kami telah mengetahui semua tentang hubungan
kami, mereka sangat mendukung hubungan kami. Aku bahagia sekali, sekarang aku
dan Ariel memutuskan untuk menjalani hubungan serius. Tak lama setelah
keputusan itu Ariel dan keluarganya datang kerumah ku, sungguh tak ku sangka
Ariel melamarku. Dia ingin menjadikanku pendamping hidupnya.
Hari-hari ku jalani bersama Ariel dengan teramat bahagia, malam itu
Ariel mengajakku untuk pergi melihat sunset di padang ilalang, itu tempat
favorit kami dulu semasa SMP, kita menghabiskan waktu disana mengenang masa-masa
kami dulu, dan Ariel terlihat sangat menikmati kebersamaan kami waktu itu. Aku
bahagia karena sekarang aku sudah bisa bersanding dengan Ariel.
“Anjanie..” sapanya memulai percakapan.
“iya kak,ada apa ?”jawabku dengan melemparkan senyum kepadanya. Aku
sekarang memanggilnya kakak.
“siapkah kamu ku persunting?” tanya Ariel.
“siapkah kamu ku persunting?” tanya Ariel.
“aku siap kak, aku sudah siap lahir batin” jawabku tegas.
“semoga aku bisa membahagiakanmu ya Nie, aku sangatlah menyayangimu”
“apa maksut kamu kak? Kita akan bahagia sama-sama dan kalaupun susah kita juga akan sama-sama” ucapku menjawab pernyataan dari Ariel.
“semoga aku bisa membahagiakanmu ya Nie, aku sangatlah menyayangimu”
“apa maksut kamu kak? Kita akan bahagia sama-sama dan kalaupun susah kita juga akan sama-sama” ucapku menjawab pernyataan dari Ariel.
“aku takut Tuhan tak mengizinkan ku untuk membahagiakan mu” dia berkata
dengan tatapan yang penuh kegelisahan.
“disini aku ada untukmu kak, aku yakin Tuhan tau isi hati setiap
insan-Nya. Kenapa kamu ngomong gini?” aku menangis saat itu juga.
“hmm iya.. yang pasti aku amatlah sangat menyayangimu Anjanie” ujarnya
sambil mendaratkan kecupannya di keningku. “ayo ku antar pulang, nanti mama
papa nyariin kamu lagi” lanjutnya sambil menghapus air mata di pipiku.
Malam itu aku tak bisa tidur mengingat apa yang baru saja Ariel
utarakan, tiba-tiba aku menangis dalam sunyi malam itu. Ada rasa takut
kehilangan dia, takut yang teramat takut ku rasakan, aku terus menangis sampai
aku terlelap.
Hari sudah berganti hari, aku sudah bisa melupakan ucapannya. Namun
bebarapa terakhir ini Ariel tidak lagi ke rumah ku untuk mengajakku keluar atau
sekedar menengokku. Telvon dari ku juga jarang di jawab olehnya, kabar darinya
tidak lagi ku dapatkan. Dia menghilang, rasa gelisah dan khawatir mulai hinggap
dalam hatiku. Aku takut terjadi hal buruk terhadapnya, ku coba main ke rumahnya
untuk menengoknya. Apa yang ku dapat ternyata di rumah tak ada siapa-siapa, aku
benar-benar kalut saat itu, aku hilang arah, aku tak dapat berfikir jernih
lagi. Aku menelvonnya berkali-kali namun tak ada jawaban hingga aku hampir
putus asa, hingga akhirnya telvonku di jawab juga
“hallo kak, kamu dimana? Aku khawatir banget ni, kamu sekarang dimana
aku jemput kamu ya tunggu aku” kataku tanpa menunggu respon dari dia.
“kamu kesini sekarang, Ariel dalam keadaan kritis” seseorang berkata
dalam telvon itu, aku shock tak mampu berkata meski sebatas bertanya siapa yang tadi berbicara
denganku, aku langsung berangkat menuju rumah sakit. Sampai disana aku di sambut
oleh mamanya kak Ariel yang sudah tak mampu meneteskan air matanya lagi. “Ariel
menunggumu di dalam” katanya sambil memapahku menuju kamar.
“Ariel, apa yang sebernarnya terjadi? Adakah yang kamu sembunyikan
dariku??” ujarku menintrogasinya
“maafkan aku Anjanie, aku tak dapat membahagiakanmu lagi. Aku
mencintaimu i love you sayang” ucapan terakhir darinya karena setelah itu dia
telah pergi meninggalkan ku untuk selama-lamanya. Aku menangis sejadi-jadinya di
atas tubuh calon suamiku yang kini terlihat pucat dan dingin, aku melepas semua yang ada dalam hatiku. “kak, bangun !! kenapa
kamu tinggalkan aku dalam keadaan seperti ini, apa kamu lupa kalau kita akan
sama-sama mewujudkan semua impian kita. Kak jawab aku, bilang ke aku kalau kamu
hanya terlelap. Kak Ariel .....!!!!!!!” tak mampu lagi aku berkata, tak tau
lagi apa yang aku rasakan, hatiku hancur bak tersambar petir. “sudah nak
Anjanie, Ariel telah pergi. Maafkan semua kesalahannya nak. Ariel mengidap
kanker hati stadium akhir, dia tidak ingin menceritakan ini karena dia tidak
ingin kamu kecewa karenanya” ucap mama sambil merangkulku.
“ini lebih dari sekedar mengecewakanku ma, aku hancur sekarang!!” aku
membentak mama yang tetap merangkulku. Sore itu jenazah Ariel di makamkan dan aku
tetap tak dapat menghentikan tangisanku, aku menyesal kenapa aku sahabatnya dan
calon istrinya yang tidak mengetahui keadaan Ariel yang sudah separah ini.
Hari-hari aku lalui dengan lamunan dan tangisan, aku memikirkan Ariel setiap
hari dan rasanya aku ingin menjemputnya. Aku depresi dan aku rapuh tanpa Ariel di
sampingku. Tak akan yang ada menggantikan Ariel dalam hidupku.
sekian terima kasih
follow me IG : farariidaa_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar