Selasa, 29 September 2020

Kesan Jumpa Pertama_

 

Sadarku akan kesan diawal perjumpaan kita waktu itu

Saat kedua insan bertatap dan disertai degupan dalam dada

Namun aku tak pernah menyangka,

Bahwa melalui tatapan disertai senyum meneduhkan adalah cerita awal bagi kita

Aku tahu, bahwa tidak seharusnya rasa ini terpaut jauh.. mengalir damai tanpa arahan

Kamu mengambil hati dan perasaanku..

Kamu mengalihkan perhatianku..

Kamu terus saja mengalihkan perhatianku..

 

Kala itu..

Sungguh kala itu adalah waktu yang indah dan pantas untuk selalu dikenang

Waktu dimana aku dan kamu saling menatap dan menyapa hati

Aku tidak sanggup berjanji untuk esok masih mengingat waktu itu, namun..

Sampai detik ini, kenangan itu  nyatanya masih apik terbingkai dalam sanubari ini.

 

FH.p0roro_

Rabu, 23 September 2020

 Awalnya..


Hadirmu mungkin tidak pernah ku duga

Hadirmu juga tidak pernah ku sangka

Namun karena kehadiranmu, kini semuanya terasa begitu nyaman dan tenang

Biarlah awal yang mungkin sudah terkesan buruk itu terkenang

Biarpun mereka masih saja terus mencaci dan memaki,

Selama aku masih mampu mendampingimu, menyertai langkahmu, membuatmu tersenyum dan menatap indah masa depan saat bersamamu

Salama itu pula..

Aku akan bertahan dan berada dekat denganmu



                                                                                                                                        F.Hr_
                                                                                                                                        (November 2015)

Senin, 22 April 2019

Novel  -Love In Silence "Anjani"-




Love In Silence
“Anjani”





Untukmu yang namanya selalu 
Terlangitkan dalam doa-doaku



Aku yang tak ubahnya seperti manusia lainnya, manusia yang Allah ciptakan dengan anugrah akal dan juga perasaan. Aku tak ubahnya seperti manusia lainnya, yang ingin bertemu dan bersanding dengan seseorang yang memang telah Allah kirimkan untuk menemui ku, seseorang yang memang telah Allah persiapkan untuk bersanding dengan ku. 

Mentari pagi menyapa aku yang sedang terduduk di teras depan rumah. Embun yang berpadu dengan udara khas pagi hari sejenak memberikan ketenangan yang amat menyegarkan. Sejenak aku terbawa oleh suasana ini, perlahan namun pasti aku mulai terbawa oleh lamunan akan kejadian kala itu. Kala aku sedang berjalan-jalan di Alun-alun kota. Aku yang saat itu duduk santai mulai melihat orang yang lalu lalang di Alun-aluna hingga detik itu tiba. Saat aku melihat seorang gadis dengan jilbab biru yang sangat mencuri perhatianku. Dia terlihat  anggun dengan senyuman manis yang sangat mempesona. Akan ku akui saat itu seperti ada yang berdegup kencang dalam dada ku.ada rasa aneh yang menjarah tubuhku. 

Aku tidak ingin berlarut-larut memikirkan dia, namun aku tak dapat memungkiri betapa dia sangat memberikan rasa yang berbeda dalam diriku. Setelah pertemuan itu terkadang bayangnya hadir memenuhi fikiranku, membawaku bersenang-senang dengannya meski dalam khayalanku sendiri.  Seketika suara kicauan burung membuyarkan khayalanku terhadap sosok yang bahkan belum ketahui namanya. Menyadari hal itu aku beristighfar lirih. Mengakui kesalahanku yang telah menikmati khayalkanku terhadap seorang gadis yang belum menjadi mahromku. 

Hari-hari berlalu seperti biasanya, meski dengan rasa bergemuruh yang terkadang mengusik hati. Sejak pertemuan itu aku sempat beberapa kali berpapasan dengannya di kantor karena memang ternyata kita satu kantor. Aku baru bekerja di sebuah bank syariah di kota Jember.
Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya saya tahu bahwa gadis itu bernama Anjani. “Anjani”, itulah nama seorang gadis yang selama ini diam-diam telah memberikan sebuah rasa yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. Dari salah seorang teman kerjaku, aku akhirnya juga mengetahui bahwa dia adalah anak seorang Kyai Pondok Pesantren di kota Jember. Aku tidak mengerti kenapa rasa ini singgah dalam diriku dan terasa semakin menguat seiring waktu.  
Mungkinkah dia orangnya itu? 

Dengan menguatnya perasaan ini, aku yang tidak berani untuk bertegur sapa dengannya memilih untuk diam, karena aku tahu bahwa untuk menatap matanya pun aku tidak berani. Diam-diam aku memperhatikan dia. Terkadang aku juga mendapat informasi dari teman kerjaku. Salah satu informasi yang aku dapatkan adalah dia juga tengah mencari seorang imam, karena ayahnya ingin segera melihat putri sulungnya menikah, melaksanakan ibadah terpanjang dan menyempurnakan sepauruh agamanya. 

Aku memang menyukai Anjani dan sempat memikirkan untuk mengajaknya berta’aruf, namun aku tidak ingin menjalani sesuatu tanpa ridho dari Allah. Diam-diam aku bertanya kepada beberapa ustadz-ustadz yang dulu pernah membimbingku sewaktu aku di Pondok Pesantren. Aku bertanya banyak hal tentang sebuah rasa dan tentang gadis itu. Semua ustadz yang aku datangi memberikan saran untuk aku menjalankan sholat istikharah dan berdiskusi dengan kedua orangku. 

Setelah pulang dari Pondok Pesantren dan setelah mendengar saran dari para ustadz. Aku mencoba untuk membicarakan hal ini dengan orang tuaku. Mereka terkejut karena memang ini pertama kalinya aku membicarakan seorang gadis. Mereka bertambah terkejut ketika mereka mendengar bahwa aku berniat untuk menikah dengan gadis itu. Dengan masih terkejut orang tua ku menanyakan beberapa hal mengenai gadis itu dan bagaimana aku mengenalnya. 

Setelah pembicaraan dengan kedua orang tuaku dan mendengarkan bahwa mereka akan senantiasa mendukung apapun yang menjadi pilihanku namun mereka juga memberikan pesan padaku. 
“apapun yang menjadi pilihanmu in shaa Allah kami akan selalu mendukungnya nak. Namun jangan lupa agar selalu istikharah sebelum kamu mengambil sebuah pilihan”. Kata ibu menasehati aku. 
Pukul 02.00 WIB seperti biasa aku terbangun dan melaksanakan sholat malam. Hari ini berbeda, karena aku mulai melaksanakan sholat istikharah. Memohon petunjuk kepada Allah tentang arti sebuah pertemuan singkat yang diiringi dengan sebuah perasaan yang menguat hingga detik ini. Aku tidak ingin gegabah dalam bertindak. Aku yakin  bahwa Allah selalu punya rencana dibalik setiap peristiwa, bahwa Allah selalu punya jalan untuk mempersatukan dua insan yang memang telah dia takdirkan. Tidak terburu-buru namun akan dipersatukan dalam keadaan dan di waktu yang tepat. Bukan menurut kita tapi menurut-Nya. 

#bersambung...

Kamis, 03 Maret 2016

kesadaran




Kesadaran Diri

by: Fhpororo_


Semua ceritaku ini berawal setelah aku lulus SMP dan masuk ke SMA.
Saat melanjutkan ke SMA aku dituntut untuk jauh dari orang tua dan keluargaku, aku bersekolah di SMA MUH 2 --- karena itulah aku jauh dari keluarga.
Dalam keadaan seperti ini aku merasa ada rasa nyaman dan tidaknya. Rasa nyamannya itu kalau pas pergi maen, orang tua lebih banyak enggak taunya, iya kan ..??? engaak nyamannya itu kalau pas kehabisan duit atau ada sesuatu hal. Tapi itu yang ada dalam fikiranku dulu waktu aku pertama di sini, sekarang beda lagi.
Sejak SMP kelas 3 memang hubungan aku sama ayahku sedikit ada jarak, karna mungkin beliau sibuk dan aku juga egois dengan urusanku sendiri, dan sekarang di tambah lagi aku jauh dari beliau dan jarang ketemu. Kalau aku pulang ke rumah kadang ketemunya ya pas malem minggunya, waktu buat ngobrol pun terbatas. Namun semua yang dikatakan ayah aku pasti aku ingat meskipun itu hanya gurauan saja.
Beliau sering menyindir saya secara langsung, waktu itu...
“besok kamu berangkat sama siapa?? Bapak enggak bisa nganter soalnya masuk pagi persiapan lomba volly,” kata ayahku.
“belum tau pap, coba aku sms anak-anak dulu,”
“trus minta uang berapa?,”
“seperti biasa aja,”
“hmm, disana kamu makan apa aja Ra?” tanya mamiku. Belum juga aku menjawab eeee sama papi udah di jawab papi aja.
“waaa kalau fara ya pasti makan enak terus itu Dek, gak ngelingi seng nang omah mangan opo???” ayah
Itu awal dari kesadaran di diriku ini. Papiku memang orang yang cuek, tapi sebenernya aku tau kalau beliau peduli sama aku. Sejak itu aku selalu intropeksi diri, setiap mau beli apa-apa aku ingat papi aku, aku ingat betapa tidak berbaktinya aku terhadap kedua orang tuaku. Aku ingat pengorbanan papi aku yang rela telat masuk sekolah demi mengantar aku ke kostan, saat beliau bekerja terus untuk aku. Aku ingat pengorbanan mamiku yang selalu bangun lebih pagi saat demi mebangunkan aku untuk siap-siap berangkat sekolah, yang mau menyipkan makanan buat aku sebelum aku berangkat ke kostan. Sedih ketika mengingat semua pengorbanan mereka. Aku bisa sekuat ini karena mereka, terutama papiku, beliau adalah motivasi hidupku. Beliau secara tidak langsung memberikan pelajaran hidup untuk ku. Pesan-pesan beliau tertanam dalam hati ku, ucapan dan sikap beliau terhadapku terekam selalu dalam fikiranku. Beliau motivasiku dalam menyikapi hidup di dunia fana ini, aku ingin mempunyai pendirian seperti beliau yang selalu bertanggung jawab atas ucapannya sendiri. Dalam hati kecilku bersorak mengatakan “bahwa aku beruntung bisa hidup di tengah keluarga ku ini.”

Amanat; “hayati setiap ucapan dan sikap kedua orang tuamu, karena di dalamnya mengandung sejuta arti penting untuk kita sebagai pelajaran hidup kita saat mereka sudah tak lagi disamping kita.”

Selasa, 16 Februari 2016

puiSi


=>

=>

=>

 


MUHAMMADIYAH



 



Angin masih dengan kelembutannya



Matahari masih dengan teriknya



Masih saja seperti sedia kala



Yang senantiasa menyapa



Disini di SMA Muhammadiyah



Aku mencari tujuan dan arah



Dimana ilmu dan agamaku



Dapat terpadu menjadi satu



Ribuan senti jarak yang ku tempuh



Dan banyak rintangan yang ku labuh



Untuk mencari ilmu disana



Di SMA Muhammadiyah tercinta

Senin, 31 Agustus 2015

problem

=>
=>
.
.
hay.. lama ya..
okey btw kali ini gue cuma mau menyapa yang mau di sapa saja..
siang ini hari terakhir di bulan Agustus ya,, cerita apa ya enaknya..


hmm,, pernahkah kalian mengalami sebuah problem dan disetiap problem itu selalu kalian respon dengan suka cita dan rasa syukur ??
sulit memang menerapkannya, tetapi ini penting lo.. apalagi buat kalian yang udah merasa clop anget sama pasangan kalian dan mungkin ingin serius gitu..


problem itu sejatinya memang sengaja dihadirkan dalam setiap hubungan, entah itu secara sengaja (dibuat oleh kita) atau itu memang murni datang dari Allah swt.
problem harus di hadapi dan bukannya di hindari, akhir-akhir ini aku sendiri mengalaminya, mungkin sebagian mengatakan bahwa masalah ini aku sengaja, padahal ya memang itu adanya ..
menghadapi problem itu harus dengan kepala yang damai, mengerti keadaan satu sama lain, dan jangan egois, berilah kesempatan kepada dia untuk berkata, memberi penjelasan atas perbuatannya.


, jika problem itu sudah jelas, cari jalan keluarnya yang terbaik, yang tak akan merugikan dan menyakiti hati lainnya. ingat, harus ihklas menjalaninya,biar berkah.
kalau sudah ketemu jalannya, bikin aja kembali santai dan jangan lupa juga berucap syukur dan mengambil sisi positif dari hal itu.
.
good luck 

follow @FC_ belati

Selasa, 26 Mei 2015

seOrang peNDiam

=>

.

.

, terkadang itu ya.. yang diam belum tentu dia itu lemah, cupu, nggak tau apa-apa, mudah di tindas dan sebagainya .. bisa saja yang diam itu cukup dewasa dalam menyikapi suatu hal tertentu atau bisa saja yang diam itu lelah dengan omong kosong disekitar mereka, diamnya seseorang mempunyai maksud yang hanya dia saja yang tau kepastiannya ..

jangan meremehkan orang pendiam karena orang pendiam dapat kapan saja melampaui batasnya,

tapi kenapa ya cenderung saat ini orang yang suka diam itu dinilai cupu nggak tau pergaulan lah, anaknya nggak enak di ajak bergaul, terkadang juga ada yang ngomongin dia "jiahh,, tampangnya aja sok pendiam tapi mungkin di belakangnya juga bejat" .. hemm kan nggak semuanya begitu, ya walau memang ada yang seperti itu, bahkan itu malah seseorang yang aku kenal, tapi kita kan nggak harus menilai semua teman kita seperti itu.

kita itu makhluk sosial, jika kita tidak tertarik untuk bergaul dengan anak pendiam setidaknya kan kita harus tetap menghormatinya sebagai umat yang bernyawa dan berperasaan, dia juga punya hak yang sama lo kayak kita, (beneran deh nggak bohong ni .. hehehehe) jadi ya cukup tau aja dan nggak perlu ngomongin mereka, belum tentu juga kan kita lebih laik dari mereka..

Kesan Jumpa Pertama_

  Sadarku akan kesan diawal perjumpaan kita waktu itu Saat kedua insan bertatap dan disertai degupan dalam dada Namun aku tak pernah men...